TKJ SMKN 1 GEGER MADIUN

Teknik Komputer dan Jaringan

Sunday, April 14, 2013

Hemat Bandwith Dan Dongkrak Kecepatan Akses Internet Dengan Squid Proxy



Koneksi internet, seberapapun juga akan tetap mencapai titik dimana dia dianggap lambat. Dulu koneksi internet kampus yang cuman 32kbps saja sudah laku laris manis dijual seharga Rp 4.000,-. Sekarang, warnet Speedy yang 2MBps aja sudah banting harga menjadi Rp 3.000,-. Intinya, kalo nurutin keinginan, seberapapun cepat koneksi tetep aja kurang..
Bagi pengguna internet yang punya koneksi terbatas dan tidak memiliki jaringan dan server yang bisa me-manage bandwith dengan baik, koneksi 152kbps sekelas GPRS kelas 10 tentu akan terasa lambat dibandingkan dengan warnet-warnet sekarang. Bahkan pengguna 3G seperti Smart, Indosat, Telkom (dengan berbagai variannya) juga akan merasakan penurunan kecepatan seiring dengan semakin banyaknya pengguna jasa yang sama. Belum lagi kalo bicara soal pembatasan quota bandwith.
Sekarang, tinggal kita yang dituntut untuk pandai-pandai mengoptimalkan koneksi tersebut. Gimana caranya biar cepet, kuota nggak gampang habis. Nah, kali ini saya akan ulas sedikit tentang Squid Proxy yang bisa dijalankan di Windows. Dengan program ini, Anda bisa melakukan dua hal; penghematan bandwith sekaligus mempercepat koneksi Anda. Kok bisa?
Baca Selengkapnya...
Sekedar ilustrasi, beberapa waktu lalu saat saya masih gemar bermain Travian –salah satu game online– agar dapat selalu memantau perkembangan, saya gunakan koneksi internet GPRS Starone dengan menggunakan HP murah, Haier C6000. Koneksi murah meriah ini tentu sepadan dengan harganya, di tempat saya, saya cuman dapet 2 bar dengan kecepatan maksimal 152kbps, praktisnya sekitar 96kbps saja. Tentu saja jika saya cuman mengandalkan koneksi ini, saya nggak bakal bisa menampilkan web Travian dengan cepat. Namun dengan sedikit upaya, Squid proxy proses loading situs favorit tersebut bisa meningkat hingga tiga kali lipat. Bagaimana logikanya?
CARA KERJA SQUID PROXY
Tiap kita mengakses situs sebenarnya yang kita lakukan adalah mendownload semua data berupa tulisan, link, teks, gambar dan file lain dalam halaman tersebut. Dalam proses standar, semua file ini akan disimpan dalam file temporer browser. Namun pada prakteknya, tiap kita membuka halaman yang sama, kita tetap mendownload file yang sama, berulang kali. Anggap saja suatu halaman web berukuran total 500KB, maka jika kita membuka halaman tersebut sepuluh kali dalam sehari maka kita akan menggunakan bandwith sebesar 500KB x 10 = 5MB!
Proxy atau juga yang disebut Squid sebenarnya adalah program yang dikembangkan dalam dunia Linux yang bekerja efektif mengelola file temporer. Saya menemukan SquidNT yang dikembangkan dari versi linuxnya oleh Guido Serassio. Cara kerjanya sama dengan Squid di Linux, yakni dengan otomatis menyimpan semua file yang kita download saat mengakses situs di dalam satu file temporer yang disebut cache. Di sana semua konten, alamat, teks, gambar dan halaman web disimpan. Pada saat kita mengakses situs untuk pertama kali, squid akan secara otomatis menyimpannya dan membuat link bayangan agar saat halaman yang sama dibuka untuk kedua kali, browser tidak langsung mendownload dari situs aslinya. Melainkan mendownload dari cache squid yang notabene ada di PC/LAN. Sehingga halaman web akan lebih cepat terbuka. Jika kita sering membuka halaman yang sama, prosesnya akan jauh lebih cepat saat kedua kali dan seterusnya..
Sekarang kita lihat, berapa perhitungan bandwithnya. Suatu halaman sebesar 500KB, berisi halaman web sederhana dan berbagai gambar. Squid hanya akan mendownload kode HTML nya saja dan menyaring semua informasi yang ada di dalamnya. Jika dalam screening ini semua data pendukung (gambar, skrip, file) sudah ada di cache, bandwith Anda tidak akan lebih besar dari 100Kb bahkan lebih kecil lagi. Anggap saja kita lakukan refresh selama 10 kali maka hasil yang didapat adalah: 100KB x 10 =  2MB saja. Anda bisa menghemat bandwith menjadi 1/5 bahkan lebih kecil lagi!
Itulah mengapa, dulu saya tetep bisa maen Travian dengan lancar, meski cuman pake GPRS dengan kecepatan 152kbps.. hehehe.
INSTALASI DAN SETTING SQUID
Untuk memulai instalasi, silakan download dulu SquidNT. Anda bisa mendapatkan SquidNT ini di sini atau dari situs Acme Conlsulting langsung. Jika Anda berencana menggunakan squid untuk Windows Server, silakan tunggu artikel berikutnya yang akan membahas hal tersebut secara lebih detail.
[Download Squid 2.7 Stable7 untuk Windows]
[Download Alternatif Squid 2.7 Stable7 untuk Windows]
Selanjutnya langkah instalasi:
1. Ekstrak file Squid-2.7STABLE7.bin yang telah Anda download. Saya sarankan Anda ekstrak ke c:\squid\ untuk lebih mempermudah Anda mengikuti tutorial ini.
2. Lihat dan perhatikan isi folder c:\squid\etc\. Disana ada beberapa file konfigurasi default squid sebagai berikut:
- cachemgr.conf.default
- mime.conf.default
- squid.conf.default
- squid_radius_auth.conf.default
Yang perlu Anda lakukan adalah, me-rename keempat tersebut menjadi:
- cachemgr.conf
- mime.conf
- squid.conf
- squid_radius_auth.conf
3. Buka file squid.conf dengan editor teks. Anda bisa gunakan Notepad, Wordpad atau program pihak ketiga seperti Notepad++. Temukan tulisan TAG: http_port. Pastikan di bagian bawah TAG ini sudah ada tulisan http_port 3128 sehingga tampak seperti berikut:
# TAG: http_port
# Usage: port [options]
# hostname:port [options]

# If you run Squid on a dual-homed machine with an internal
# and an external interface we recommend you to specify the
# internal address:port in http_port. This way Squid will only be
# visible on the internal address.
#
# Squid normally listens to port 3128
http_port 3128
4. Temukan TAG: visible_hostname, tambahkan tulisan visible_hostname localhost di bagian bawah tag ini. Anda boleh menghapus tulisan # none. sehingga tampak seperti berikut:
# TAG: visible_hostname
# If you want to present a special hostname in error messages, etc,
# define this. Otherwise, the return value of gethostname()
# will be used. If you have multiple caches in a cluster and
# get errors about IP-forwarding you must set them to have individual
# names with this setting.
#
#Default:
visible_hostname localhost
5. Temukan http_access allow localnet. Tambahkan http_access allow localhost di bawahnya menjadi:
# Example rule allowing access from your local networks.
# Adapt localnet in the ACL section to list your (internal) IP networks
# from where browsing should be allowed
http_access allow localnet
http_access allow localhost
6. Temukan TAG: dns_nameservers, pada tulisan dns_nameservers. Pada bagian bawah tag ini, isi dengan alamat DNS dari ISP yang Anda gunakan dengan format dns_nameservers [primary DNS] [secondary DNS]. Dalam hal ini saya menggunakan ISP speedy Wilayah Jatim maka akan tampak sebagai berikut:
# TAG: dns_nameservers
# Use this if you want to specify a list of DNS name servers
# (IP addresses) to use instead of those given in your
# /etc/resolv.conf file.
# On Windows platforms, if no value is specified here or in
# the /etc/resolv.conf file, the list of DNS name servers are
# taken from the Windows registry, both static and dynamic DHCP
# configurations are supported.
#
# Example: dns_nameservers 10.0.0.1 192.172.0.4
#
#Default:
dns_nameservers 202.134.1.10 203.130.208.18
Anda bisa temukan DNS yang lebih tepat untuk koneksi Anda dengan mencoba alamat DNS dari koleksi Server DNS Guntingbatukertas.
Akhiri dengan menyimpan file squid.conf tersebut.
7. Buka Start > Run > Ketik CMD [Enter]. Dalam Command Prompt, ketik baris perintah berikut:
c:\squid\sbin\squid.exe -z [Enter]
Jika muncul pesan popup Windows Security Alert seperti gambar di bawah, pilih Unblock untuk memberi akses kepada instalasi Squid Proxy.

8. Selanjutnya, ketik perintah berikut:
c:\squid\sbin>squid.exe -d l -D [Enter]
Tunggu beberapa saat kemudian tekan CTRL + C.
9. Ketik perintah berikut:
c:\squid\sbin>squid.exe -i [Enter]
c:\squid\sbin\squid.exe -O -D [Enter]
Setelah mengetik keempat baris perintah di atas, layar Command Prompt Anda seharusnya akan tampak seperti berikut ini:

10. Jalankan Service Panel  melalui Control Panel > Administrative Tools > Services. atau
Start > Run > ketik Services.msc [Enter]
Temukan service bernama Squid > Klik link Start di panel sebelah kiri untuk menjalankan Squid.

11. Selanjutnya, Ubah setting Browser Anda. Arahkan proxy pada browser anda ke alamat localhost dengan port 3128. Untuk Firefox, langkah setting nya tampak seperti berikut:

Secara default Squid akan menjalankan proses sendiri tiap kali PC melakukan restart. Cache squid ini disimpan dalam folder c:\squid\var\cache. Untuk melihat log file squid proxy, Anda bisa mengetikkan:
more c:\squid\var\logs\access.log [Enter]

UNINSTALL
Jika Anda ingin menghapus squid, ketikkan perintah berikut di Command Prompt.
c:\squid\sbin>squid -r -n squid [Enter]
Selesai. Gampang bukan?
BONUS: CARA MUDAH INSTALASI
Bagi Anda yang nggak mau pusing-pusing dengan setting di atas, saya sudah sediakan Squid Proxy di atas yang sudah saya konfigurasi lengkap. Anda tinggal meng-ekstrak, dobel klik file konfigurasi, setting browser dan Voila! Kecepatan akses Anda sekarang jadi beberapa kali lebih cepat.
[Download SquidProxy-2.7STABLE7 Siap Pakai]
Password: guntingbatukertas.com
Keterangan:
Dalam file konfigurasi default (squid.conf) Squid siap pakai di atas saya menggunakan dns dari Google. Dengan setting tersebut seharusnya Anda sudah bisa langsung online tanpa melakukan perubahan apapun.
Tapi sekedar untuk backup, saya sudah menyertakan beberapa DNS lain seperti DNS Speedy dan OpenDNS. Jika perlu, silakan pilih sesuai keinginan. Dalam hal ini yang perlu Anda lakukan adalah membuka file squid.conf di \squid\etc\ dan temukan bagian berikut:
….
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS Speedy Jatim dan Jateng
#dns_nameservers 202.134.1.10 203.130.208.18
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS Speedy Jakarta – Jateng
#dns_nameservers 202.134.0.155 203.130.208.18
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS OpenDNS
#dns_nameservers 208.67.222.222 208.67.220.220
# Tambah tanda (#) di depan baris berikut jika Anda TIDAK ingin menggunakan DNS Google
dns_nameservers 8.8.8.8 8.8.4.4
…..
Perhatikan, dari baris di atas, hanya satu baris dns_nameservers yang tidak didahului tanda comment (tanda #). Yakni di depan dns_nameservers punya Google. Itulah setting yang sedang aktif/digunakan. Untuk memilih setting dns yang lain Anda tinggal memberi comment (tanda #) di depan dns_nameservers yang sedang aktif dan menghapus dns_nameservers lain yang Anda inginkan. Ingat, Anda hanya diperbolehkan memlih dns_nameservers yang aktif.
Misalnya saya pengen pake OpenDNS, maka setting diatas perlu saya ubah menjadi:
….
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS Speedy Jatim dan Jateng
#dns_nameservers 202.134.1.10 203.130.208.18
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS Speedy Jakarta – Jateng
#dns_nameservers 202.134.0.155 203.130.208.18
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS OpenDNS
dns_nameservers 208.67.222.222 208.67.220.220
# Tambah tanda (#) di depan baris berikut jika Anda TIDAK ingin menggunakan DNS Google
#dns_nameservers 8.8.8.8 8.8.4.4
…..
Simpan, dan setting Anda yang baru siap dicoba!

Friday, March 15, 2013

Cara Setting Web Proxy MikroTIK


Kebanyakan proxy merupakan web proxy, yang mengizinkan penggunanya untuk mengakses konten di internet. server proxy memiliki banyak jenis sesuai dengan tujuanya, termasuk: 
  • Untuk menjaga mesin di balik anonim (terutama untuk security).[1]meningkatkan akses ke sumber (menggunakan caching). 
  • Web proxy biasanya digunakan untuk cache halaman internet dari server web. [2]mnerapkan aturan akses terhadap internet atau isinya, e.g. to block undesired sites.
  • Untuk penggunaan log / audit, yaitu untuk menyediakan karyawan perusahaan pelaporan penggunaan Internet.
  • Untuk melewati kontrol keamanan/ parental. memindai perpindahan konten bila terdapat malware sebelumya.
  • Untuk memindai konten outbound, misalnya untuk perlindungan data dari kebocoran.
  • Untuk menghindari pembatasan regional.(Wikipedia)
Dalam artikel ini akan sedikit kita bahasa tentang bagaimana membuat/ setting sebuah web proxy di Mikrotik.  Ada beberapa lavel yang harus kita kerjakan dan ada 2 cara yang bisa kita lakukan ketika bekerja dengan MikroTIK, yaitu :
  • Melalui koneksi Console/CLI
  • Melalui Software WinBox dan mengakses MikroTik RouterOS secara SSH.


Kali ini saya akan mencoba share untuk yang melalui Console/CLI, entah CLInya komputer MikroTik RouterOS maupun yang telah di-SSH melalui winbox. Ada 3 tahapan utama yang harus dilakukan : 

1. Konfigurasi Web Proxyy

[admin@BlueSoft] > ip web-proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set enabled=yes ==> untuk membuat ip web proxy aktif
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set src-address=0.0.0.0 ==> address yang akan digunakan untuk koneksi ke parent proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set port=8080 ==> membuat port untuk web proxy [admin@BlueSoft] ip web-proxy> set hostname= admin [bisa diganti] ==> hostname dari web proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set transparent-proxy=yes ==> meng-enable-kan proxy secara transparant
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set parent-proxy=0.0.0.0:0 ==> address dari parent proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set cache-administrator=blue.sofware@yahoo.com (isi dengan alamat email) ==> email administrator/maintainer, apabila proxy error, status akan dikirim ke email ini.
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set max-object-size=4096KiB ==> ukuran maksimal file yang akan disimpan sebagai cache (4096KiB adalah default )
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set cache-drive=system ==> posisi dimana cache akan disimpan
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set max-cache-size=unlimited ==> ukuran maksimal hardisk yang akan dipakai sebagai penyimpan file cache
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set max-ram-cache-size=unlimited ==> maksimal ram yang digunakan untuk menyimpan cache

2. Konfigurasi NAT-Redirect

Setelah setting dari web proxy selesai, sekarang kita mencoba membelokkan traffic http ke arah web proxy atau dengan kata lain akan memaksa akses yang keluar untuk memasuki web proxy kita dahulu. Port yang perlu dibelokkan biasanya 80,3128 dan 8080. Konfigurasinya :
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> /ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080 ==> akan meredirect port 80 ke 8080 (portnya web proxy)
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> /ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=3128 action=redirect to-ports=8080 ==> akan meredirect port 3128 ke 8080 (portnya web proxy)
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> /ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=8080 action=redirect to-ports=8080 ==> akan meredirect port 3128 ke 8080 (portnya web proxy)

3. Blok Situs
Dari tahap di atas telah di lakukan proses settingan web-proxy kita dah sudah bisa digunakan dan berikutnya Bagaimana proses konfigurasi untuk blok sebuah situs yang menurut kita layak untuk di blok, biasanya situs situs yang berbau sarah dan saruh contohnya sbb:
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> access add url=blue.com method=any action=deny
Dari CLI diatas digunakan untuk mengblokir situ blue.com, jika kita akses lewat web brose dan menuliskan alamat situs tersebut akan ada informasi bahwa situs tersebut tidak bisa dibuka silakan hubungi admin, kalau masih bisa terbuka berarti konfigurasi kita ada yang salah, silakan di-trace di mana kesalahan kita. 
Tampilan Situs Terblok
Nah begitu sedikt informasi tentang bagaimana membuat web proxy di mikrotik semoga bisa bermanfaat dan bisa di terima dengan jelas terima kasih.]


by : www.indicaisp.net
       router.indica.co.id

Cara Setting Mikrotik Os.5 Hotspot Voucher dan Design Login Page



Seperti topologi di atas mikrotik me routing untuk warnet dan hotspot,untuk access point  sebagai contoh saya gunakan wireless indoor WA500 G dengan login page yang di set di mikrotik RB750,jadi wireless access point WA500 G hanya sebagai penghubung saja yang saya set sebagai bridge.ok kita mulai
Bahan – Bahan :
Mikrotik Os 5.7  download ((DI SINI))
Adobe Photoshop 7 Portable download ((DISINI))
Winscp download ((DISINI))
Hotspot download ((DISINI))
  • Masukkan Ip address di PC anda :192.168.11.2 kemudian colokkan LAN dari pc anda ke ethernet2 Mikrotik dan remote mikrotik anda dengan winbox.
  • Di halaman utama winbox pilih “New Terminal” kemudian beri nama interface masing – masing ethernet mikrotik dengan perintah sebagai berikut:
/interface set 0 comment=”ETHERNET KE MODEM” name=public ; \
/interface set 1 comment=”ETHERNET KE PC CLIENT” name=local ; \
/interface set 2 comment=”ETHERNET KE HOTSPOT” name=hotspot
Seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutnya beri ip address untuk setiap ethernet mikrotik:
    • Ip untuk ke modem:192.168.9.16 (ini hanya ip ke modem sesuiakan dengan ip modem anda)
    • Ip untuk ke local:192.168.11.1 (ini ip untuk ke pc client)
    • Ip untuk ke hotspot:192.168.12.1 (ini ip untuk ke hotspot DHCP)
Perintahnya di “New Terminal” Mikrotik:
/ip address add address=192.168.9.16 \
netmask=255.255.255.0 \
interface=public \
comment=”IP ADDRESS KE MODEM” ; \
/ip address add address=192.168.11.1 \
netmask=255.255.255.0 \
interface=local \
comment=”IP ADDRESS KE PC CLIENT” ; \
/ip address add address=192.168.12.1 \
netmask=255.255.255.0 \
interface=hotspot \
comment=”IP ADDRESS KE HOTSPOT”
seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutnya beri Gateway Mikrotik ke modem,contoh gateway (yaitu ip address modem)=192.168.9.1 (ini hanya contoh,sesuaikan dengan ip modem anda)
Perintahnya di “New terminal” Mikrotik :
/ip route add gateway=192.168.9.1
Seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutnya beri DNS mikrotik contoh:203.130.193.74,203.130.206.250 (ini hanya contoh DNS saja,silahkan sesuaikan dengan DNS masing-masing)
Perintahnya di “New Terminal“ Mikrotik :
    • Untuk Os 4 ke bawah:
/ip dns set primary-dns=203.130.193.74 ;/ip dns set \
secondary-dns=203.130.206.250 \
allow-remote-requests=yes
    • Untuk Os 4 Ke atas:
/ip dns set server=203.130.193.74,203.130.206.250 \
allow-remote-requests=yes
Seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutanya NAT untuk Hotspot dan Local
Perintahnya di “New Terminal” Mikrotik:
/ip firewall nat add chain=srcnat \
out-interface=public \
action=masquerade \
src-address=192.168.11.0/24 \
comment=”MASQUERADE LOCAL”
/ip firewall nat add chain=srcnat \
out-interface=public \
action=masquerade \
src-address=192.168.12.0/24 \
comment=”MASQUERADE HOTSPOT”
Seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutnya colokkan kabel lan dari Ethernet1 Mikrotik ke Modem dan Ethernet2 Ke PC dan masukkan ip address di PC:
    • IP:192.168.11.2
    • Netmask:255.255.255.0
    • Gateway:192.168.11.1
    • Preferred DNS:192.168.11.1
    • Alternate DNS:203.130.193.74 (ini DNS sesuaikan dengan jaringan masing-masing)
Seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutnya Extract “Mikrotik Os 5.7”  yang telah anda download di atas dan CTRL+A dan klik kanan “Copy” seperti gambar di bawah ini:

  • Dan maukkan ip local di login winbox:192.168.11.1 dan klik connect seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutnya di halaman utama winbox pilih “File” dan klik gambar tas warna cokelat (paste) seperti gambar di bawah ini:


  • Setelah proses penyalinan reboot mikrotik anda dengan cara di halaman utama mikrotik pilih “System” dan “Reboot”,(untuk proses upgrade lancar dan tidak terjadi kerusakan pada os mikrotik,jgn di lepas adaptor mikrotiknya,proses upgrade sekitar 5 menit)
Setelah menunngu 5 menit,kembali remote mikrotik anda dengan winbox dan Os mikrotik telah terupgrade,seperti gambar di bawah ini:

  • Pastikan Mikrotik telah terhubung ke internet dan PC telah konek ke internet dengan cara ping dan hasil yang reply seperti gambar di bawah ini:


  • Selanjutnya kita set Hotspot,di halaman utama mikrotik pilih “Ip” dan “Hotspot”  dan “Hotspot Setup” kemudian ikuti langkah seperti gambar di bawah:










  • Karena kita telah buat NAT local dan hotspot maka kita hapus NAT default,di halaman utama winbox pilih “Ip” kemudian “Firewall” kemudian “Nat” kemudian klik kanan di bagian “masquerade hotspot network” dan  “Remove” seperti gambar di bawah ini:


  • Selanjutnya kita buat radius,di halaman winbox pilih “New terminal” dan ketik :
/radius add address=127.0.0.1 \
service=hotspot secret=12345
seperti gambar di bawah ini:

  • kemudian kita centang “Radius”  di “hsprof1”,caranya di halaman utama winbox pilih “Ip” kemudian “Hotspot” kemudian Tab “Server Profiles” kemudian double klik “hsprof1” kemudian di TAB “Radius” centang “Use Radius” dan klik “OK” seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutnya kita buat login untuk user-manager,caranya klik “New Terminal” di Winbox dan ketik perintah :
/tool user-manager customer add login=login \
password=password permissions=owner
seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutnya atus jam di mikrotik dengan perintah di “New Terminal” :
/system ntp client
set enabled=yes \
mode=unicast primary-ntp=152.118.24.8 \
secondary-ntp=202.169.224.16
Seperti gambar di bawah ini:

  • Dan di halaman utama winbox klik “System” kemudian “Clock” dan sesuaikan jam nya dan timezone nya,seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutnya buka Browser seperti mozilla firefox dan isi di tab yaitu ip address public mikrotik/userman contoh 192.168.9.16/userman dan tekan “ENTER” di keyboard kemudian tampil halaman login page mikrotik isi:
    • Login:login
    • Password:password
  • Di halaman utama user-manager klik “Router” kemudian “Add” kemudian “New” dan di table router list  isi:
    • Name=Router
    • Ip address=127.0.0.1
    • Shared secret=12345
    • TimeZone=sesuaikan dengan wilayah masing masing
  • Kemudian klik “Add
Seperti gambar di bawah ini:

  • Selanjutnya di halaman utama user-manager pilih “Customer” dan klik “Login” kemudian isi di halaman Login list:
    • Currency=Rupiah
    • TimeZone=Sesuaikan dengan wilayah masing masing
  • Kemudian klik “Save” seperti gambar di bawah ini:

  • Kemudian di halaman user-manager pilih “Setting” kemudian pindah kan yang “Hidden” ke “Visible” yaitu Username,Password,Start Time,End Time,Total Time Left,Till Time,Uptime Used,Uptime Limit,Money Paid,Seperti gambar di bawah ini:
  • Kemudian klik “Save

  • Selanjutnya kita buat Profil untuk user dan generate vouchernya,di halaman use-manager pilih “Profiles” kemudian klik tanda + pada Profiles dan isi nama profilnya misalnya=PAKET 5 JAM RP.10000 dan klik “Create” seperti gambar di bawah ini:

  • Kemudian isi Validity=2d (masa berlaku kartu voucher 2 hari) dan Price misal=10000 seperti gambar di bawah ini dan “Save profile”:

  • Selanjutnya klik + yang di samping “Profile” dan isi nama profilnya lagi misalnya=PAKET 1 HARI RP.20000 dan klik “Create” seperti gambar di bawah ini:

  • Kemudian isi “Validity=1w(masa berlaku kartu voucher 1 minggu) dan isi “Price” misalnya=20000 seperti gambar di bawah ini dan “Save profile”:

  • Selanjutnya klik + yang di samping “Profile” lagi dan isi nama profilnya misanya=PAKET 1 BULAN RP.50000 dan klik “Create” seperti gambar di bawah ini:

  • Kemudian isi “Validity=5w(masa berlaku kartu voucher 5 minggu) dan isi “Price” misalnya=50000 seperti gambar di bawah ini dan “Save profile”:

  • Selanjutnya kita buat Uptime (waktu pakai) untuk setiap profile tadi,di samping “Profile” klik “Limitations” kemudian klik “Add” kemudian klik “New” kemudian isi Name misalnya=PAKET 5 JAM RP.10000 dan “Uptime (waktu pakai)”=5h (5 Jam) kemudian klik “Add” seperti gambar di bawah ini:

  • Kemudian klik “Add” dan “New” lagi kemudian Isi Name misalnya=PAKET 1 HARI RP.20000 dan “Uptime (waktu pakai)”=1d (1 Hari) Kemudian klik “Add” seperti gambar di bwah ini:

  • Kemudian klik “Add” lagi dan “New” lagi kemudian isi Name misalnya=PAKET 1 BULAN RP.50000 dan “Uptime (waktu pakai)”=4w2d (1 bulan) Kemudian klik “Add” seperti gambar di bawah ini:







www.indicaisp.net
router.indica.co.id

Newer Posts Older Posts Home